Stella Christie Dorong Kampus Riset Jadi Kekuatan Strategis Sains dan Pertahanan Indonesia

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:35:56 WIB
Stella Christie Dorong Kampus Riset Jadi Kekuatan Strategis Sains dan Pertahanan Indonesia

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi (saintek) untuk memperkuat ketahanan nasional. Hal ini disampaikan dalam kegiatan "Strategic Foresight and National Resilience Series" di Kampus Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Stella, Indonesia perlu mandiri secara nasional namun tetap aktif berperan di tingkat global. “Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menilai strategi keamanan dan ketahanan merupakan aset utama yang dijaga oleh negara, terutama dalam konteks geopolitik. Penguatan ini, menurut Stella, menjadi fondasi yang harus diperkuat melalui pendidikan dan riset berbasis sains.

Perguruan Tinggi sebagai Pusat Ketahanan dan Inovasi

Stella menekankan bahwa penguatan pertahanan dan ketahanan nasional harus berakar pada perguruan tinggi, khususnya Unhan. Mahasiswa, dosen, dan komunitas pertahanan Indonesia diharapkan terlibat langsung dalam inisiatif strategis ini.

Namun, penguatan kapasitas nasional tidak cukup jika hanya berfokus pada strategi pertahanan. Diperlukan keberlanjutan melalui pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan sains serta teknologi yang terintegrasi.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa. Pendidikan tinggi diharapkan menjadi motor penggerak riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Menurut Stella, kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. Bukan berarti pengajaran diabaikan, tetapi proses belajar harus berbasis riset dan eksperimen ilmiah.

“Bukan suatu kebetulan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan. Kita harus kuat dalam riset,” tegas Stella Christie.

Transformasi Unhan sebagai Laboratorium Pemikiran Strategis

Rektor Unhan Jonni Mahroza menambahkan bahwa kampus tidak sekadar pusat pengetahuan, tetapi juga laboratorium pemikiran masa depan di bidang pertahanan dan keamanan. Pendekatan ini diharapkan mencetak pemimpin yang mampu berpikir strategis, kritis, dan etis.

Jonni menyebutkan bahwa kerja sama dengan King’s College London mencerminkan komitmen untuk mentransformasikan kolaborasi menjadi keterlibatan akademik yang bermakna. Pertukaran gagasan ini menjadi sarana memperkaya kapasitas intelektual mahasiswa dan pemimpin masa depan.

“Kerja sama antara Unhan dan King’s College London bukan sekadar kolaborasi institusional, melainkan merepresentasikan komitmen bersama untuk membina pemikiran strategis, kepemimpinan yang beretika, serta kemampuan berpikir kritis,” ujar Jonni Mahroza.

Transformasi kampus menjadi pusat riset strategis juga diharapkan mendukung inovasi teknologi pertahanan. Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain aktif dalam kerja sama internasional.

Selain itu, Jonni menekankan pentingnya membangun jejaring global. Kolaborasi dengan universitas internasional memberi pengalaman baru dalam mengembangkan strategi, teknologi, dan riset yang relevan dengan tantangan global.

Saintek sebagai Pilar Ketahanan dan Kedaulatan Nasional

Stella menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi fondasi kedaulatan negara. Inovasi dan riset di bidang pertahanan tidak hanya meningkatkan kemampuan militer, tetapi juga mendukung pembangunan industri berbasis teknologi tinggi.

Ia menekankan, peran perguruan tinggi sangat krusial dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan geopolitik dan teknologi. Mahasiswa yang dilatih dalam lingkungan riset strategis diharapkan mampu berkontribusi secara nyata terhadap ketahanan nasional.

Stella juga mengingatkan bahwa pengembangan kapasitas manusia dan riset harus berkelanjutan. Investasi dalam sumber daya manusia dan penguatan laboratorium riset menjadi kunci agar inovasi dapat terus muncul.

Menurutnya, kampus yang mampu menghasilkan riset berkualitas juga akan mendukung posisi Indonesia di panggung global. Negara yang mandiri secara sains dan teknologi memiliki daya tawar lebih tinggi dalam kerja sama internasional.

Jonni menambahkan bahwa kolaborasi akademik dengan universitas internasional menjadi sarana meningkatkan kapasitas strategi nasional. Pemikiran inovatif dan pengalaman global diharapkan memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu pertahanan dan keamanan.

Stella menegaskan bahwa penguatan sains dan teknologi tidak hanya soal peralatan atau anggaran. Lebih penting lagi adalah menciptakan ekosistem riset yang mendukung pengembangan ide, inovasi, dan solusi bagi kebutuhan nasional.

Ia mencontohkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset pertahanan dapat menghasilkan solusi praktis. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata yang strategis.

Selain itu, kolaborasi internasional memberikan peluang pertukaran metode riset dan teknologi canggih. Hal ini menjadi bagian dari strategi agar Indonesia tidak tertinggal dalam inovasi pertahanan dan keamanan global.

Kegiatan seperti "Strategic Foresight and National Resilience Series" menjadi contoh bagaimana akademisi dan pemimpin masa depan dapat bersinergi. Pertukaran gagasan ini memperkuat kapasitas intelektual sekaligus menumbuhkan pemahaman strategis tentang keamanan nasional.

Jonni menekankan, kampus harus menjadi pusat riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Pendidikan dan penelitian harus berjalan beriringan agar ketahanan nasional dapat diperkuat secara sistematis.

Kesimpulannya, pengembangan sains dan teknologi di perguruan tinggi menjadi pilar utama ketahanan nasional. Dengan riset yang kuat, kerja sama internasional yang strategis, dan penguatan kapasitas manusia, Indonesia siap menghadapi tantangan geopolitik dan teknologi masa depan.

Terkini